Monday, 7 September 2015

KETAATAN ITU MENYELAMATKAN

Yohanes 3 : 31-36
KETAATAN ITU MENYELAMATKAN
Taatilah peraturan lalu lintas! Demikian anjuran, himbauan dan peringatan yang sering kita dengar dari polantas, atau dapat kita baca pada rambu-rambu berlalu lintas dipinggir jalan. Anjuran ini penting, mengingat kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian yang angkanya cukup besar setiap tahunnya, dengan mentaati peraturan lalu lintas, diharapkan kecelakaan dapat dihindari dan selamat hingga ditempat tujuan. Tetapi sebaliknya, ketidaktaatan bisa berakibat fatal yaitu berujung pada maut.
Tidak taat kepada Yesus, akibatnya lebih parah; tidak akan melihat hidup, bahkan murka Allah tetap ada diatasnya. Mengerikan bukan ?, hidup yang kita jalani saat ini, akan berakhir dengan kematian kalau tidak percaya kepada Allah. Bahkan murka Allah, peaksanaan murka Allah, tetap dan terus-menerus menjadi hukuman yang kekal. Yesus Kristus telah turun dari sorga, diutus oleh sang Bapa , untuk memberitakan dan membawa keselamatan bagi dunia ini. Ia adalah juruselamat dunia. Ia datang dari atas, karena itu Ia diatas segala-galanya. Ia dapat memberitakan kesaksian yang benar tentang apa yang dilihatnya dan yang didengarnya. Ia dapat melakukan semuanya itu karena Allah mengaruniakan Roh yang tidak terbatas kepada-Nya. Bapa mengasihi Dia dan telah menyerahkan segala sesuatunya kedalam tangan kuasa-Nya. Kehidupan sejati, hidup yang bermakna dan berkualitas adalah hidup yang tidak berakhir dengan kematian kekal kerena menerima kehidupan kekal, dan itu hanya dapat diperoleh dan dinikmati apabila percaya dan taat kepada Yesus Kristus anak Allah.

Percaya kah saudara  akan kehidupan kekal di dalam dan melalui Yesus Kristus ? taatilah perintahnya dan jauhilah larangannya. Jangan bangkitkan murka Allah dengan ketidaktaatan sebab ketidaktaatan kepada Allah akan berujung pada maut

Sunday, 6 September 2015

PENGORBANAN

1 Yohanes 3 : 16-18
PENGORBANAN
Berkurban adalah sebuah kata kerja yang berarti memberi persembahan, mempersembahkan sesuatu, menyatakan bakti, iman, ketekunan, kesetiaan, dan sebagainya kepada Tuhan. Kata lain yang mirip yaitu “berkorban”, artinya mewujudkan kesediaan untuk mau rugi. Tidak mudah untuk menemukan orang-orang yang mau berkorban demi orang lain karena perhitungan untung rugi. Segala sesuatu yang dihasilkan dengan kerja keras tentu sangat sulit untuk dikorbankan, terlebih jika tidak ada buah dari pengorbanan yang didapatkan. Berkorban saja, sudah sulit, apalagi berkurban.
Yesus Kristus rela berkurban demi keselamatan umat manusia yang telah jatuh kedalam dosa. Dia rela menyerahkan nyawanya . apa yang Yesus lakukan adalah suatu pengorbanan yang diwujudkan tanpa pamrih. Yesus tidak menuntut kita untuk membayarnya dengan uang atau materi.  Melalui pengurbanannya, Yesus mengajak kita untuk mau juga berkorban bagi sesama kita. Bagi manusia, tindakan Yesus dibalik pengorbanannya adalah hal yang mengherankan. Megapa ?, karena yang sering terjadi adalah ketika kita memberi, kita megharapkan kembali hasil atau buah dari pemberian kita itu. Pemberian dengan pamrih. Berbeda dengan Yesus yang justru merelakan pemberiannya melalui penderitaan dan kematiannya untuk orang lain. Dan seperti itulah pengorbanan yang sesungguhnya.
Jemaat mula-mula sudah mempraktekkan pengorbanan tanpa pamrih (kis. 2 : 41-47), mereka yang sudah menerima berkat dari Tuhan tidak segan-segan berbagi berkat bagi sesamanya yang berkekurangan tanpa memperhitungkan untung rugi atas pengorbanannya tersebut. Hasil akhir dari tindakan mereka dalam tolong menolong dan berkasih-kasihan itu sebagai wujud pengorbanan ialah kehidupan yang damai sejahtera, diberkati, dan berlipat ganda : “dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (kis. 2 : 27).

Egoisme menempati posisi utama dalam kehidupan manusia modern. Terasa sulit mewujudkan apa yang Yesus harapkan. Namun amanat Yesus untuk hidup saling mengasihi, wajib bagi orang percaya.

Saturday, 5 September 2015

PEMEGANG KUNCI KERAJAAN SORGA

Matius 16 :19
PEMEGANG KUNCI KERAJAAN SORGA

Beberapa tahun yang lau, stasiun ANTV menayangkan program penghuni terakhir (Petir). dalam acara ini ada game/ permainan  untuk menentukan pemegang kunci  untuk maju pada permainan berikutnya, menghadapi para penantang. Diakhir episode, peserta yang bertahan dan memenangkan permainan dinyatakan sebagai petir dan kepadanya diberikan kunci rumah. Menjadi petir atau penghuni terakhir tentunya suatu kebanggaan dan sukacita tersendiri bagi seorang pemenang. Jika menjadi penghuni terakhir sebagai pemegang kunci rumah didunia ini yang bersifat sementara saja luar biasa gembiranya, bagaimana kalau menjadi pemegang kunci kerajaan sorga ?

Kepada Petrus, Yesus berkata : “kepadamu akan ku berikan kunci kerajaan Sorga.  Apa yang kau ikat didunia ini akan terikat disorga dan apa yang kau lepaskan didunia ini akan terlepas disorga”. Yang dimaksudkan kunci dalam ayat ini adalah kekuasaan yang diberikan Allah kepada Petrus dan gereja (lihat Alkitab penuntun hidup berkelimpahan). Dengan kunci/kekuasaan itu gereja dapat : 1. Menegur dosa dan melaksanakan disiplin gerejawi (matius 18 :15-18), 2. Berdoa bagi terjadinya kehendak Allah di bumi ini (Matius 18 :18-20), 3. Mengikat kuasa-kuasa setan serta membebaskan orang yang tertawan, 4. Memberitahukan kesalahan dosa, standar kebenaran Allah dan hukuman yang akan datang (Kisah para Rasul 2 :23; 5 :3,9). Demikian dahsyatnya otoritas yang diberikan Kristus, Sang kepala gereja yang masih berlaku bagi “Petrus-Petrus masa kini, yakni orang yang memiliki pengakuan iman terhadap Yesus yang lahir dari pengenalan pribadi, bukan berdasarkan apa kata orang. Engkau adalah Mesias, anak Allah yang kudus !”. 

Friday, 4 September 2015

HIDUPLAH MENURUT JALAN YANG DITUNJUKKANNYA

1 Raja-Raja 2 :1-4
HIDUPLAH MENURUT JALAN YANG DITUNJUKKANNYA

Setiap orang tua selalu menginginkan anaknya tetap ada pada jalan yang benar. Karena tidak satupun dari orang tua mau melihat anaknya dalam ketidakbenaran. Bahkan banyak yang mengatakan  bahwa keberhasilan anak itu  terlihat sejauh mana pendampingan setiap orang tua pada anaknya. Sebuah pepatah mengatakan “Buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya”.
Daud dalam kisah ini juga terus menerus memberi pesan kepada anaknya Salomo. Tujuannya jelas. Daud akan melihat Salomo tetap berjalan pada jalan yang benar. Ayat 3, “ lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan, dan ketentuannya…”. Daud memberi pesan ini karena ia sebagai seorang bapa yang tahu jika anaknya Salomo ini benar-benar setia berjalan pada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan, dan tidak menyimpang ke iri dan kekanan, maka penyertaan Tuhan akan terus nyata dalam hidup keluarganya.
Hiduplah pada jalan yang ditunjukkan-Nya. Pesan ini tidak hanya disampaikan Daup pada Salomo anaknya, tetapi juga kepada kita yang terus mau menikmati kasih dan penyertaan Tuhan. Keberhasilan kita sebagai seorang anak dilihat dari sejauhmana kita mendengarkan pesan orang tua kita dan sejauh mana kita kita menggantungkan hidup ini sepenuhnya kepada Tuhan.

“KEBERHASILAN HARI INI DITENTUKAN SEJAUHMANA KITA MENGANDALKAN TUHAN”

Thursday, 3 September 2015

JAGA TUBUHMU DARI PERCABULAN

I korintus  6 : 14-16
JAGA TUBUHMU DARI PERCABULAN
 
Setiap kita, tentu ingin merawat tubuh kita supaya tetap sehat dan baik keadaannya. Sehatnya dan baiknya tubuh kita tentu akan menjadi modal penting menjalani hidup. Salah satu yang dapat menjadi sumber datangnya masalah dengan tubuh kita adalah hal percabulan. Membiarkan diri melakukan perzinahan, hal tidak bermoral, yang tidak etis adalah hal yang menyebabkan tubuh kita menjadi sakit, baik secara medis pun secara psikis. Betapa tidak, orang yang terlibat percabulan merusak dirinya dengan penyakit moral yang membawa dampak rusaknya hubungan dengan Tuhan, dengan orang lain dan menjadi sumber keresahan dalam lingkungan di mana dia hidup.
Paulus mengngatkan kita bahwa tubuh kita ini sesungguhnya bukan milik kita, tetapi milik Kristus. Karena Kristus yang memilikinya maka seharusnya pada tubuh kita dilakukan, dibuat, disematkan semua hal yang menyenangkan Kristus. Dan kristus tidak menghendaki tubuh kita bersrtubuh dengan percabulan.
Hubungan yang akrab, yang menyetu dengan Kristus mestinya menjadi tujuan kita, sehingga setiap kita belajar untuk memuaskan kehendak Kristus dan bukan kehendak diri sendiri. Kehendak Kristus adalah kemuliaan Allah, dan kehendak kita cenderung memuaskan hawa nafsu yang berarti berseberangan dengan Kristus.
Jadi, karena kita ini sudah menjadi milik Kristus maka tubuh kita, diri kita, hidup kita mesti dijaga dalam kekudusan Kristus dan kekudusan kehendakNya. Amin



Wednesday, 2 September 2015

Kelaparan rohani

Mazmur 119 : 169 : 179
Kelaparan rohani

Berapa lama anda meluangkan waktu untuk membaca firman Allah dan merenung-renungkan kebenarannya ? apakah anda merasa kehilangan firman Allah tatkala anda mengabaikannya ?  Thomas Guthrie menulis, “jika anda lebih mencintai suatu kesenangan lebih dari doa-doa anda, sebuah buku lebih dari pada Alkitab, seseorang lebih daripada Kristus, atau suatu kegemaran lebih daripada pengharapan akan surga-waspadahlah.” Jika setiap hari kita memakan firman Allah, maka kita akan merasa lapar bila tidak bersaat teduh. Namun, bila kita terus mengabaikannya, kita dapat kehilangan keinginan untuk mempelajari Alkitab. 
Dari ayat-ayat awal sampai akhir Mazmur 119, tidak henti-hentinya pemazmur menggambarkan bagaimana bahagia dan nikmatnya seseorang yang merasa lapar dan hidup menurut firman Allah. Ayat 169-176 menggambarkan hal yang sama. Kecintaan dan kesetiaan pemazmur kepada Firman Tuhan sungguh-sungguh telah membawa dia pada puji-pujian kepada Allah terus menerus. Memuji Tuhan berarti menyerahkan segala kemampuan, kekuatan dan segenap jiwa melalui perbuatan-perbuatan baik yang bersumber pada Allah dan firman-Nya.
Pemazmur telah memberi pengalaman praktis dalam memberi jawaban terhadap firman Allah, sehingga pengalaman kerohaniaannya diperkaya dengan hadirnya kuasa  dan keajaiban firman-Nya. Bagaimana jawaban kita terhadap kekayaan firman yang baru tiap hari ?apakah kita merasa kehilangan firman Allah tatkala kita mengabaikannya ?

Orang yang selalu membaca Alkitab adalah pertanda jiwa yang  kelaparan 

Tuesday, 1 September 2015

TIDAK ADA YAG TERSISA

Zefanya 1 : 1-7
TIDAK ADA YAG TERSISA

Seringkali kita berpikir bahwa ketika kita dalam masalah atau tertekan hidup yang berat (kesulitan ekonomi, menderita sakit penyakit, pergumulan silih berganti datang) perasaan kita seakan mengatakan Tuhan sudah menjauh, dia telah meninggalkan kita.
Murka Tuhan akan menyapu bersih segala makhluk  karena ketidaktaantan dan bertindak seperti orang-orang munafik di negeri itu, hari Tuhan akan datang, sebelum tiba saatnya bangsa Israel harus berbalik dari berbagai tindakan dari berbagai tindakan penyelewengan di antaranya penyembah berhala (mendua hati), tidak lagi mencari Tuhan dan petunjukNya. Karena itu mereka dinasehatkan untuk berdiam diri di hadapan Tuhan, saat itu juga akan terjadi perayaan korban yang disiapkan bagi umatnya.
Sebelum murka Tuhan datang, Dia memanggil kita agar mempunyai ciri khas tersendiri sebagai, “bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Firman Tuhan menjelaskan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan  manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”. Semoga dengan kuasa roh kudus yang akan menuntun kita untuk menguatkan umatNya agar selalu berjalan dalam kebenaran.
SEBESAR APAPUN TANTANGAN HIDUP YANG KITA HADAPI,

KITA KAN KELUAR SEBAGAI PEMENANG JIKA KITA TIDAK TAKUT