Wednesday, 30 September 2015

ALLAHKU SUNGGUH HEBAT

Mazmur 29:6-11
ALLAHKU SUNGGUH HEBAT
Ada rangkaian lirik lagu Sekolah Minggu demikian,”Allahku besar, kuat dan perkasa, tiada yang mustahil bagi-Nya…sungai milik-Nya, gunung milik-Nya, bintang-bintang ciptaan-Nya…dst”. Lagu ini hendak mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada adalah ciptaan Allah. Kita mengenal Allah melalui firman-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Melalui ciptaan-nya yang mengagumkan, kita mengakui Dia sebagai Allah yang hebat dan luar biasa. Dia mencipta dari yang tidak ada menjadi ada.
Pemazmur mengajak seluruh penghuni sorga untuk mengakui Allah sebagai Raja atas alam semesta. Karena itu, seluruh penghuni sorga diundang untuk memuji Tuhan. Undangan yang sama ditujukan kepada seluruh umat manusia (mazmur 96:7-9). Apa yang diungkapkan dalam ayat 3-9 adalah gambaran bahwa kuasa dan kemuliaan Tuhan digambarkan diperlihatkan melalui alam semesta. Orang kanaan percaya bahwa baal menurunkan hujan dan menyuburkan tanaman, tetapi di sini dinyatakan bahwa Tuhan yang empunya segala-galanya termasuk kesuburan tanah. Tuhan lebih berkuasa daripada baal, karena itu, semua yang ada di bumi harus tunduk kepada-Nya.

Jika kita berada di atas gunung,  atau di tepi pantai dll, kita bisa menyaksikan indahnya pemandangan di sekitarnya. Kita kagum  dan sekaligus mengakui kemahakuasaan Allah yang kita saksikan melalui ciptaan-Nya. Akhirnya kita tiba pada sebuah pengakuan bahwa Allahku sungguh hebat. Kita tidak hanya mengagumi ciptaan-Nya, tetapi kita juga akan bertanggungjawab untuk menjaga dan memelihara ciptaan-Nya supaya tetap dalam keadaan baik. Dalam menikmati karya Allah, tidak ada yang dapat kita katakan selain berkata,”betapa kita tidak bersyukur…!” Amin.

Tuesday, 29 September 2015

IA TAHU ISI HATIMU

Yohanes 2 :23-25
IA TAHU ISI HATIMU

 “ Dalamnya laut dapat diukur hati manusia siapa yang tahu”. Demikian kalimat yang biasa kita dengar jika kita dalam posisi kurang memastikan atau memercayai pikiran dan hati seseorang. Tapi dalam dunia modern sekarang ini, dengan bantuan alat yang mutahir (misalnya dengan lie detector), keadaan hati dan kejiwaan seseorang dapat dideteksi. Bahkan model tulisan tangan, tanda tangan, dan gambar ciptaan gambar seseorang dapat menggambarkan tipe orang yang bersangkutan. Ilmu psikologi dapat membantu kita untuk mengetahui hal seperti itu.
Ketika Yesus beraa di Yerusalem, banyak orang yang percaya dalam nama-Nya, karena telah melihat tanda-tanda mujizat. Namun, Yesus tidak butuh kesaksian diantara mereka, sebab Ia telah mengenalnya. Bahkan Yesus tidak memercayakan diri kepada mereka untuk mendukung diri-Nya. Ia tidak butuh kesaksian tentang manusia diantara mereka, karena Ia tahu apa yang ada dihati mereka. Apakah mereka sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, ataukah mereka hanya percaya kerena melihat tanda-tanda mujizat. Iman yang tergantung pada mujizat, tidak bertahan lama dan tidak menyelamatkan. Dibutuhkan iman yang tulus dari hati yang mendalam untuk mengikut Yesus dalam sepanjang waktu, dalam segala situasi.

Beriman kepada Yesus tidak perlu berpura-pura sebab tidak ada yang tersembunyi dimata-Nya. Ia menembus hati kita, sebab oleh Dialah kita tercipta. Pemazmur memberi kesaksian bahwa mata-Nya melihat selahi kita masih bakal anak (mazmur 39 :15,16). Ya, tidak ada yang perlu dirahasiakan dihadapan Tuhan. Ia tahu seluruh keberadaan kita. Ketika kita berjalan, berdiri, duduk dan berbaring. Ia tahu jalan pikiran dan hati kita. Ketika kita tulus, menaruh kasih, menolong dengan iklas, memberi tanpa pamrih dan melayani dengan kasih sayang. Karena itu,  jujurlah bagi diri kita sendiri terlebih bagi Tuhan. Sebab Ia tahu isi hati kita.

Monday, 28 September 2015

BERNYANYILAH

BERNYANYILAH

Mazmur 147:7-11
Di kehidupan nyata kita, nyanyian bukan hanya hiburan semata tetapi juga telah menjadi sumber nafkah bagi banyak orang. Lewat nyanyian seorang pengamen atau artis di berbagai tempat hiburan atau di berbagai acara, dapat memperoleh rezeki memenuhi nafkah kehidupannya.
Setiap kali kita mendengar sebuah nyanyian, kita dapat mendengar dan merasakan suasana hati atau suasana hidup serta pesan seseorang yang mencipta syair lagunya, dan bagaimana seseorang menyanyikan sebuah lagu akan menolong kita untuk mengenl jenis lagu yang dibawakan. Ada lagu sedih dan gembira, ada lagu bertemakan cinta, ada jenis irama pop, dangdut dan masih banyak lagi.
Pemazmur memperlihatkan kepada kita peran penting nyanyian daam hubungan seseorang dengan Tuhan. Dengan nyanyian, kita menyatakan syukur kepada Allah. Mengapa nyanyian syukur? Karena dalam syukur, ada pengakuan tentang kasih dan kesetiaan Tuhan yang terus memelihara umat-Nya. Ada berkat Tuhan. Ada pengakuan iman bahwa betapa kita sungguh membutuhkan-Nya.

Di antara sekian banyak lagu pujian yang dapat kita nyanyikan, pemazmur mengajak kita memilih nyanyian-nyanyian syukur, nyanyian-nyanyian sukacita. Mengapa? Sebab nyanyian syukur itu memberi kelegaan, membangkitkan semangat, menghadirkan semangat, dan dapat menggugah simpati bahkan empati dari pendengarnya; baik itu oleh manusia terlebih oleh Allah. Jadi, bernyanyilah senantiasa dengan nyanyian syukur, karena Allah tidak ingin kita binasa dalam kegagalan karena keputusasaan, sebab nyanyian syukur membangkitkan pengharapan hidup. Amin.

Sunday, 27 September 2015

PEMULIHAN JIWA-JIWA YANG KERING

PEMULIHAN JIWA-JIWA YANG KERING
Yeremia 14:7-9
Saat neg’ri ini dilanda kekeringan akibat kemarau yang berkepanjangan, hanya satu yang orang harapkan…,kiranya hujan segera turun agar tanah-tanah yang kering ini mendapatkan kesejukannya kembali. Air adalah sumber kehidupan, dan sumber itu memberi pengharapan besar pada setiap orang yang membutuhkannya. Ibarat tanaman yang kering, ketika terus mendapat siraman, maka tanaman itu dapat kembali bertunas dan memberi kehidupan yang baru.
Begitupun dengan kehidupan kita sebagai manusia. Jiwa yang kering pastilah memerlukan sumber air yang dapat memberi kehidupan yang baru. Sumber air kehidupan itu hanya ada di dalam Yesus. Tanah-tanah yang kering ibarat kehidupan kita yang tidak lagi punya pengharapan akibat dosa-dosa yang terus terjadi dalam kehodupan umat manusia. Dan tidak ada daya untuk terus bertahan dengan mengandalkan kekuatan sendiri untuk keluar dari dosa (kekeringan) ini. Hanya ada satu jalan. Kita memerlukan pertolongan. Pertolongan itu hanya bisa kita dapatkan di dalam Dia. Ya, di dalam Tuhan sajalah segala dosa dan kesalahan kita dapat diampuni. Jiwa yang kering diberinya kesejukan . Hanya dengan senantiasa berseru dan berserah pada-Nya, maka Tuhan akan memulihkan kita.

Karena itu, sebagai orang yang berdosa, kita harus sadar bahwa kita tidak akan dapat melepaskan diri kita sendiri tanpa pertolongan Tuhan. Bukalah hatimu, biarkan Allah yang berkarya atasnya maka pemulihan pasti terjadi. Dosa kita diampuni. Jiwa-jiwa yang kering diberi-Nya kesejukan, untuk sebuh kehidupan dan masa depan yang baru!

Friday, 25 September 2015

TIDAK KENAL TEMAN Lukas 24 :28-35

TIDAK KENAL TEMAN
Lukas 24 :28-35
 
Facebook adalah media pertemanan yang paling popular saat ini. Teman kita bisa teman sekolah, teman dalam persekutuan, anggota keluarga, teman kerja, teman sekampung, dll. Yang menarik, kita bisa juga berteman dengan seseorang yang belum pernah kita kenal dan belum pernah bertemu sebelumnya. Mereka muncul “menawarkan” untuk menjadi teman. Jika kita merespon permintaan mereka maka kita akan menjadi teman, saling mengirimkan sapaan, komentar, kata motivasi dan lain-lain. Menjadi teman yang akrab namun siapa mereka, kita tidak mengenalnya.
Kisah dalam bacaan ini adalah salah satu penampakan yang dramatis, heboh. Dalam perjalanan, mereka berjumpah, berbicara,  akrab dengan Yesus namun tidak mengenal-Nya (ayat 14-17). Yesus mengajar mereka mengenai diri-Nya, namun mereka masih belum mengerti (ayat 25-27) namun Dia tidak mengenal mereka untuk tidak mengenalnya. Ia “menyingkapkan” mata dan iman mereka saat mereka duduk bersama makan roti (ayat 31). Maka hati mereka berkobar-kobar dipenuhi sukacita (ayat 32). Dalam sukacita, mereka menceritakan kebangkitannya kepada murit yang lain (ayat 33-34).

Kebersamaan kita dengan Yesus kadang seperti teman dalam facebook. Kita berteman, namun sebenarnya kita tidak mengenal mereka. Hanya sebatas facebook. Yesus hadir dalam perjalanan mereka namun mereka tidak mengenal Yesus, namun Yesus tidak membiarkan mereka tidak mengenalnya. Ia memperkenalkan diri-Nya dengan cara-Nya mengambil roti dan memecah-mecahkan-Nya. Melalui itu  mereka mengenal-Nya, tidak hanya sebagai teman dalam perjalanan namun Yesus adalah Guru mereka. Yesus pun senantiasa ingin memperkenalkan diri-Nya kepada kita saat ini menjadi teman dalam perjalanan dan juga sebagai Guru tentang arti kehidupan ini.

Thursday, 24 September 2015

MENAHAN DIRILAH

2 Korintus 12 :1-6
MENAHAN DIRILAH
Kesombongan adalah sesuatu yang bisa saja menghinggapi setiap orang. Kesombongan dapat menghinggapi kita, ketika kita merasa lebih tau, lebih baik, lebih benar, lebih dan lebih lagi dari yang lain. Akibat dari kesombongan itu ialah timbulnya relasi yang tidak harmonis dengan banyak pihak. Nampaknya filosofi padi, “makin berisi, makin merunduk” menjadi hal yang perlu direnungkan setiap orang agar tidak tergoda dengan kesombongan dan membangga-banggakan diri.
Paulus sangat sadar bahwa hikmatnya, pengetahuannya dan pengertiannya tentang hal-hal rohani sehubungan dengan imannya jauh melebihi banyak orang, dan karenanya ia dapat saja bermegah diri untuk semua itu. Tetapi justru dengan semua yang dimilikinya itu, ia lebih memilih untuk menahan diri. Mengapa ? kerinduan Paulus yang terbesar supaya orang yang melihat keselarasan dalam hidupnya tentang apa yang diimaninya, dituturkannya dan dilakukannya.

Paulus berjuang supaya kuasa dan pertolongan Tuhanlah yang selalu dominan disaksikan orang lain dari pelayanan dan kesaksiannya. Pula, Paulus lebih merasa senang dan gembira untuk membanggakan pribadi yang ia kenal lewat penglihatan illahi yang diterimanya, ketimbang untuk membanggakan diri. Kekuatan Paulus untuk menahan diri dari godaan, meninggikan diri dari godaan ialah Firman Allah padanya, “cukuplah kasih karunia-Ku padamu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Jadi, belajarlah menahan diri karena itu menjadikan kita lebih berhikmat dan dinilai lebih positif ketimbang mengikuti roh kesombongan. Amin

Wednesday, 23 September 2015

KITA SEMUA SAMA

KITA SEMUA SAMA
Kisah Para Rasul 10:34-38
Semoga tidak ada lagi pendapat dan pemahaman dalam persekutuan umat Tuhan  bahwa si A  lebih pantas dan si B tidak, karena status sosialnya rendah, atau si A lebih berhak dan si B tidak karena ia pendatang, dll. Kalau pendapat tersebut masih ada itu berarti kita belum menghargai kasih Allah yang telah dianugerahkan dalam Kristus.
Kasih Allah yang paling dalam adalah memberi kesempatan kepada manusia dengan Cuma-Cuma, yang diberikan kepada siapa saja  yang menerima serta percaya kepadaNya. Karunia keselamatan diberikan sama kepada semua orang tanpa memandang status. Tidak seorangpun yang dapat menganggap diri lebih penting atau lebih layak dihadapan Tuhan  dibanding dengan orang lain. Prinsip pelayanan Tuhan Yesus adalah menyatakan kebenaran dengan maksud agar semua orang dapat menikmati damai sejahtera.
Tuhan adalah Tuhan bagi semua orang dan bukan milik orang tertentu, keluarga tertentu, agama tertentu atau bangsa tertentu, yang penting memiliki kebenaran Allah. Orang Israel selalu menyebut dirinya sebagai bangsa yang lebih layak  menjadi umat Allah bahkan menganggap Tuhan sebagai miliknya sendiri. Ada juga agama tertentu yang menganggap dirinya lebih benar dari agama yang lain, bahkan  menganggap lebih berhak atas keselamatan.
Tuhan berkenan kepada semua orang dari bangsa manapun, yang penting mereka takut akan Tuhan dan hidup dalam kebenaran-Nya (ayat 35). Karena itu tidak perlu ada perasaan minder atau merasa tidak pantas untuk terlibat dalam persekutuan dan pelayanan. Juga jangan ada yang menganggap sebagai “pemilik persekutuan / pelayanan” sehingga menghalangi keterlibatan orang lain. Semua orang mendapat amanat yang sama, posisi yang sama serta tanggung jawab yang sama dihadapan Tuhan.

Jadikanlah perbedaan potensi sebagai kekayaan  dalam persekutuan.  Jadilah sesama bagi orang lain, milikilah hikmat yang diajarkan Tuhan Yesus, jadilah pelaku kebenaran sehingga engkau senantiasa diperkenankan Allah.