PEMULIHAN
Yeremia
31:5-10

Syair dalam ayat pembacaan tadi berisi
tentang pemulihan suku-suku kerajaan Israel utara. Pembuangan yang mulai pada
tahun 722 digambarkan secara kiasan sebagai pengembaraan yang baru di padang
gurun. Mereka itu tidak mempunyai waktu istrahat, karena kehidupan mereka tidak
mencapai suatu tujuan, dan tidak berhail. Tetapi sementara mereka sebagai
orang-orang buangan, mereka akan mendapat kasih karunia, sebab Tuhan akan
menampakkan diri-Nya kepada mereka dari Bait-Nya yang suci di Yerusalem yang
sudah jauh, dan menghibur mereka dengan firman-Nya. Dalam suatu kalimat yang
indah, Tuhan mengingatkan kasih karunia-Nya yang kekal kepada mereka, lalu
berjanji untuk melanjutkannya dan
menarik mereka kembali kepada-Nya.
Gambaran tentang pemulihan umat Israel
mempunyai tiga aspek. Pertama, orang akan bermain rebana dan menari dengan
gembira, dan di sini hal itu merupakan salah satu dari bukti bahwa Yeremia
tidak menolak rekreasi dan kesukaan. Kedua, kebutuhan jasmani orang itu akan
dipenuhi, dan arena pohon anggur itu baru bisa berbuah setelah beberapa tahun,
maka itu berarti mereka akan merasa tentram dan menikmati damai sejahtera dalam
waktu yang lama. Ketiga, karena
orang-orang dari Israel utara akan pergi dan beribadah di atas gunung Sion di
Yerusalem, maka itu berarti bahwa semua bangsa akan dipersatukan secara rohani.
Saudara dan kita semua selaku orang percaya adalah orang-orang yang
sudah dipulihkan. Karena itu bersyukurlah sebab Allah kita adalah Allah yang
baik dan luar biasa, Sang pemulih ajaib.
No comments:
Post a Comment